
BENGKULU – Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) melalui Pesantren Mahasiswa (Pesma) kembali menggelar Baitul Arqam II Mahasiswa sebagai bagian dari proses perkaderan Muhammadiyah. Kegiatan yang mengusung tema “Mencerahkan Kader Berkemajuan: Meneguhkan Akhlak, Memperkuat Ideologi dan Mengembangkan Kepemimpinan” ini berlangsung selama dua hari, 5–6 Juni 2026, di Aula Gedung Hasan Dien Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Susiyanto, M.Si, serta dihadiri Badan Pembina Harian (BPH) UM Bengkulu, para Wakil Rektor, Dekan di lingkungan UM Bengkulu, dan perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu melalui Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI).
Dalam sambutannya, Rektor UM Bengkulu Dr. Susiyanto, M.Si menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Baitul Arqam II Mahasiswa yang menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kader Muhammadiyah.
“Saya berharap peserta Baitul Arqam ini dapat menjadi kader persyarikatan yang militan dan kader ideologis, itulah capaian tertinggi dari sebuah perkaderan. Capaian tertinggi dari seorang kader adalah keteladanan, ketika berada di masyarakat mampu mengimplementasikan ilmu dalam kehidupan,” ujar Susiyanto.
Ia juga menegaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Bengkulu memiliki komitmen kuat untuk mendukung kemajuan persyarikatan Muhammadiyah melalui penguatan kaderisasi yang berkelanjutan.
Sebanyak 80 mahasantri mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 40 mahasantri putra dan 40 mahasantri putri. Para peserta dibagi ke dalam dua kelas, yakni Kelas Ahmad Dahlan yang berlangsung di Aula Hasan Dien dan Kelas Aisyiyah yang dilaksanakan di Aula Pesma Putri. Kegiatan dipandu oleh Dandi Sunardi, M.Kom sebagai Master of Training.
Ketua Panitia, Rasman, M.I.Kom dalam laporannya menyampaikan bahwa Baitul Arqam II dirancang untuk memperkuat pemahaman keislaman, kemuhammadiyahan, ideologi, serta kepemimpinan mahasiswa sebagai calon kader persyarikatan dan bangsa.
Sementara itu, Direktur Pesantren Mahasiswa UM Bengkulu, Nurhadi, M.A mengungkapkan bahwa terselenggaranya kegiatan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pengurus Pesma bersama para musyrif dan musyrifah dalam membina mahasiswa.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk mengoptimalkan open mind, memperkaya wawasan, dan melatih diri dalam berdiskusi. Insyaallah setelah menyelesaikan Baitul Arqam ini, para mahasantri akan menjadi ujung tombak masa depan yang membawa perubahan positif bagi masyarakat,” katanya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai materi dan diskusi yang berfokus pada penguatan akhlak, pemahaman ideologi Muhammadiyah, pengembangan kepemimpinan, serta pembentukan karakter kader berkemajuan.
Melalui Baitul Arqam II Mahasiswa ini, Universitas Muhammadiyah Bengkulu berharap dapat melahirkan generasi kader yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, komitmen ideologis, dan kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (ars)



